Pengertian Bullying Menurut Para Ahli

Posted on

Bataraguru.com |Pengertian Bullying Menurut Para Ahli – Bullying, atau penggertian bahasa Indonesia ‘perundungan’, merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dalam memperlihatkan kekuatan atau kontrol mereka terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik, sosial, atau emosional. Bullying sering terjadi di berbagai lingkungan, seperti di sekolah, tempat kerja, atau bahkan melalui media sosial.

Pengertian Bullying Menurut Para Ahli

Artikel ini akan membahas pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, faktor penyebab bullying, dampak bullying, tanda-tanda terjadinya bullying, peran sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengatasi bullying, langkah-langkah untuk mengatasi bullying, upaya pencegahan bullying di Indonesia, hukuman bagi pelaku bullying, perlindungan hukum bagi korban bullying, peran teknologi dalam penanggulangan bullying, dan kampanye anti-bullying.

Pengertian Bullying Menurut Para Ahli

Bullying adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dalam memperlihatkan kekuatan atau kontrol mereka terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik, sosial, atau emosional. Tindakan ini seringkali berulang, dan tujuannya adalah untuk menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan korban.

Bullying adalah perilaku yang telah mendapat banyak perhatian dari para ahli di berbagai disiplin ilmu, seperti psikologi, pendidikan, dan sosiologi. Berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian bullying:

Dr. Dan Olweus

Dikenal sebagai salah satu pelopor penelitian tentang bullying, Olweus mendefinisikan bullying sebagai “ketika seseorang berulang kali dan sepanjang waktu mengekspos satu atau lebih individu terhadap tindakan negatif dari pihak lain”. Bullying dapat berbentuk agresi fisik, verbal, maupun sosial.

Dr. Susan Swearer dan Dr. Shelley Hymel

Mereka mendefinisikan bullying sebagai “perilaku agresif yang dilakukan oleh seorang individu atau kelompok terhadap korban yang tidak dapat dengan mudah membela diri.”

American Psychological Association (APA)

Menurut APA, bullying adalah “bentuk perilaku agresif di mana seseorang sengaja dan berulang-ulang menyebabkan cedera atau ketakutan pada orang lain.”

Dr. Dorothy Espelage

Seorang ahli yang banyak meneliti tentang bullying di kalangan remaja, ia menganggap bahwa bullying mencakup tindakan seperti mengejek, mengolok-olok, mengancam, mengepung, menyerang, dan menyebar rumor.

Dr. Justin Patchin dan Dr. Sameer Hinduja

Melalui Cyberbullying Research Center yang mereka dirikan, keduanya menekankan bahwa bullying juga bisa terjadi dalam bentuk digital atau daring, dikenal sebagai cyberbullying. Ini melibatkan penggunaan teknologi untuk menghina, mengancam, atau merendahkan orang lain.

Walaupun terdapat berbagai pendapat dan definisi tentang bullying, namun kebanyakan ahli setuju bahwa inti dari bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang terhadap individu yang lebih lemah atau tidak bisa membela diri. Seiring dengan kemajuan teknologi, bullying tidak hanya terjadi secara langsung tetapi juga dalam bentuk digital.

Bentuk-bentuk Bullying

Pengertian Bullying Menurut Para Ahli

Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Bullying fisik, seperti pemukulan, tendangan, atau penganiayaan fisik lainnya.
  • Bullying verbal, seperti penghinaan, ejekan, atau ancaman secara lisan.
  • Bullying sosial, seperti pengucilan, peminggiran, atau penyebaran gosip yang merugikan.
  • Bullying cyber, yaitu bullying yang terjadi melalui media sosial, pesan teks, atau platform digital lainnya.

Faktor Penyebab Bullying

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya bullying antara lain:

  • Ketidakseimbangan kekuasaan atau perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban.
  • Kurangnya pengawasan dan perhatian dari orang tua atau pengasuh.
  • Lingkungan sekolah atau tempat kerja yang tidak mendukung atau tidak menindak bullying.
  • Faktor sosial, seperti stereotip atau prasangka terhadap kelompok tertentu.
  • Masalah emosional atau tingkat stres yang tinggi pada pelaku bullying.
See also  10 Nama Nama Malaikat dan Tugasnya yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Dampak Bullying

Bullying dapat memiliki dampak yang serius pada korban, baik secara psikologis, emosional, maupun sosial.

a. Dampak Psikologis

Korban bullying seringkali mengalami gangguan psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau bahkan gangguan makan dan tidur. Mereka juga mungkin mengalami penurunan harga diri dan kepercayaan diri.

b. Dampak Emosional

Bullying dapat menyebabkan korban merasa sedih, marah, atau frustasi. Mereka juga mungkin mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi dan menghadapi situasi sosial.

c. Dampak Sosial

Korban bullying sering merasa terisolasi dan kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Mereka mungkin menghindari interaksi sosial dan merasa tidak aman di lingkungan sekitar mereka.

Tanda-tanda Terjadinya Bullying

Ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang menjadi korban bullying, antara lain:

  • Perubahan perilaku drastis, seperti menjadi penutup diri, cemas, atau mudah marah.
  • Penurunan prestasi akademik atau ketertarikan pada aktivitas sekolah.
  • Cedera fisik yang tidak dapat dijelaskan.
  • Ketidakmampuan tidur atau gangguan makan.
  • Kehilangan barang-barang pribadi atau uang secara terus-menerus.
  • Menarik diri dari pertemanan atau aktivitas sosial.
  • Membicarakan tentang keinginan untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Peran Sekolah dalam Mengatasi Bullying

Sekolah memiliki peran yang penting dalam mengatasi bullying. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh sekolah antara lain:

  • Menerapkan kebijakan yang jelas dan tegas terkait bullying, termasuk sanksi yang sesuai bagi pelaku bullying.
  • Melakukan sosialisasi kepada siswa, guru, dan orang tua tentang pentingnya memerangi bullying.
  • Meningkatkan pengawasan dan kehadiran guru di lingkungan sekolah.
  • Membentuk tim atau program khusus untuk menangani kasus bullying dan memberikan dukungan kepada korban.
  • Melibatkan siswa dalam program anti-bullying, seperti pelatihan keterampilan sosial dan pengembangan sikap empati.

Peran Orang Tua dalam Mengatasi Bullying

Orang tua juga memiliki peran yang penting dalam mengatasi bullying. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua antara lain:

  • Berkomunikasi secara terbuka dengan anak tentang bullying dan pentingnya melaporkan jika menjadi korban.
  • Membimbing anak dalam mengembangkan keterampilan sosial dan mengelola emosi.
  • Melibatkan diri secara aktif di sekolah dan berkomunikasi dengan guru atau staf sekolah tentang masalah bullying.
  • Mendorong anak untuk menjalin persahabatan yang sehat dan mengajarkan mereka tentang penghargaan terhadap perbedaan.

Peran Masyarakat dalam Mengatasi Bullying

Pengertian Bullying Menurut Para Ahli

Selain sekolah dan orang tua, masyarakat juga memiliki peran dalam mengatasi bullying. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:

  • Membangun kesadaran melalui kampanye anti-bullying dalam lingkungan masyarakat.
  • Mendorong partisipasi aktif dalam program-program anti-bullying di sekolah atau lembaga sosial.
  • Melaporkan kasus bullying kepada pihak berwenang dan mendukung tindakan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku bullying.
  • Menjalin kerjasama antara sekolah, orang tua, dan komunitas untuk memberikan pendidikan dan dukungan terhadap korban bullying.

Langkah-langkah untuk Mengatasi Bullying

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi bullying, antara lain:

  • Meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang bullying di sekolah dan masyarakat.
  • Pembentukan kebijakan sekolah yang mendukung lingkungan bebas bullying.
  • Menyediakan bimbingan dan konseling bagi anak yang menjadi korban atau pelaku bullying.
  • Melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bullying.
  • Menjalin kerjasama dengan lembaga sosial, organisasi masyarakat, atau ahli kesehatan mental dalam mengatasi bullying.

Upaya Pencegahan Bullying di Indonesia

Di Indonesia, terdapat beberapa upaya pencegahan bullying yang telah dilakukan, antara lain:

  • Program Sekolah Bebas Bullying yang melibatkan sekolah dalam menyusun kebijakan dan melakukan sosialisasi anti-bullying.
  • Pelatihan guru dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pemahaman tentang bullying dan keterampilan penanganan kasus.
  • Sosialisasi kepada masyarakat melalui media massa, seminar, atau kampanye anti-bullying.
  • Kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat dalam mengatasi masalah bullying.
  • Pemanfaat Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam Perundungan
See also  5 Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB

Hukuman bagi Pelaku Bullying

Bagi pelaku bullying, ada beberapa hukuman yang dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun hukuman hukum yang ditetapkan oleh negara.

Hukuman Sekolah

Pelaku bullying dapat dikenai sanksi seperti teguran, hukuman disiplin, pembinaan, atau bahkan pembekuan status sebagai siswa.

Tanggung Jawab Hukum

Jika pelaku bullying melanggar hukum pidana, mereka dapat diproses secara hukum dan dikenai tindakan penegakan hukum yang sesuai.

Perlindungan Hukum bagi Korban Bullying

Korban bullying memiliki hak perlindungan hukum. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi korban bullying antara lain:

  • Melaporkan kasus bullying kepada pihak berwenang, seperti guru, staf sekolah, atau pihak kepolisian.
  • Mendapatkan bantuan hukum dari organisasi atau advokat yang memiliki keahlian dalam masalah bullying.
  • Meminta perlindungan atau tindakan hukum yang sesuai terhadap pelaku bullying.

Peran Teknologi dalam Penanggulangan Bullying

Perkembangan teknologi juga memainkan peran penting dalam penanggulangan bullying. Beberapa langkah yang dapat diambil dalam penggunaan teknologi antara lain:

  • Edukasi penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan aman.
  • Menerapkan kebijakan sekolah yang melibatkan penggunaan teknologi dalam mengatasi bullying.
  • Memanfaatkan platform digital untuk melaporkan kasus bullying dan memberikan dukungan kepada korban.

Kampanye Anti-Bullying

Kampanye anti-bullying merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengatasi bullying. Kampanye ini dapat dilakukan melalui media massa, sosial media, seminar, atau kegiatan lain yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengatasi bullying.

Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap tanda-tanda bullying, tidak mendukung atau menjadi pelaku bullying, serta memberikan dukungan kepada korban.

Kesimpulan

Bullying merupakan tindakan yang merugikan dan dapat memiliki dampak yang serius bagi korban. Oleh karena itu, perlu adanya peran aktif dari sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengatasi dan mencegah bullying. Langkah-langkah seperti peningkatan pendidikan dan kesadaran, pembentukan kebijakan sekolah, peran yang aktif dari orang tua, serta kampanye anti-bullying dapat menjadi upaya yang efektif dalam mengurangi kasus bullying.

Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak, diharapkan bullying dapat diminimalisir dan lingkungan yang aman dan terbebas dari bullying dapat tercipta.

FAQs (Frequently Asked Questions)

  • Apa yang dimaksud dengan bullying?
    Bullying merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dalam memperlihatkan kekuatan atau kontrol mereka terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik, sosial, atau emosional.
  • Apa dampak bullying bagi korban?
    Bullying dapat memiliki dampak yang serius, seperti gangguan psikologis, emosional, dan sosial bagi korban. Dampaknya bisa berupa kecemasan, depresi, penurunan harga diri, dan kesulitan dalam menjalin hubungan sosial.
  • Apa peran sekolah dalam mengatasi bullying?
    Sekolah memiliki peran penting dalam mengatasi bullying, seperti menerapkan kebijakan anti-bullying, melibatkan siswa dalam program-program anti-bullying, dan memberikan dukungan kepada korban.
  • Bagaimana orang tua dapat membantu mengatasi bullying
    Orang tua dapat membantu mengatasi bullying dengan berkomunikasi terbuka dengan anak, membimbing mereka dalam mengembangkan keterampilan sosial, dan melibatkan diri secara aktif di sekolah.
  • Apa langkah-langkah pencegahan bullying di Indonesia?
    Beberapa langkah pencegahan bullying di Indonesia antara lain melalui program Sekolah Bebas Bullying, pelatihan guru, sosialisasi kepada masyarakat, dan kolaborasi antara pemerintah dan LSM.
  • Apakah ada hukuman bagi pelaku bullying
    Pelaku bullying dapat dikenai sanksi di lingkungan sekolah, seperti teguran, hukuman disiplin, atau pembekuan status sebagai siswa. Jika melanggar hukum pidana, mereka juga dapat diproses secara hukum.
  • Apakah korban bullying memiliki perlindungan hukum?
    Korban bullying memiliki hak perlindungan hukum. Mereka dapat melaporkan kasus bullying kepada pihak berwenang dan mendapatkan bantuan hukum dari organisasi atau advokat yang berkompeten di bidang tersebut.
  • Bagaimana peran teknologi dalam penanggulangan bullying?
    Perkembangan teknologi dapat digunakan sebagai sarana edukasi, pelaporan kasus bullying, dan memberikan dukungan kepada korban. Pemanfaatan teknologi yang bijak dapat membantu dalam penanggulangan bullying.
  • Apa pentingnya kampanye anti-bullying?
    Kampanye anti-bullying penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengatasi bullying, mendukung korban, dan mencegah terjadinya lebih banyak kasus bullying.
  • Bagaimana kita dapat berperan dalam mengatasi bullying?
    Kita dapat berperan dalam mengatasi bullying dengan menjadi peka terhadap tanda-tanda bullying, tidak mendukung atau menjadi pelaku bullying, serta memberikan dukungan kepada korban.